Laman

Selasa, 03 Juni 2014

ANTARA NAMA “HARIANG” DAN “HARIANG BANGA”

 “Hariang Banga” adalah Nama Raja Sunda urutan ke-4 dalam tahta raja-raja Kemaharajaan Sunda. Ia bergelar Prabu Kertabuana Yasawiguna Hajimulya yang  berkuasa di tanah Snda selama 27 tahun, dari tahun 739 hingga 766 M. Ia  sezaman dengan Sang Manarah, atau terkenal dengan nama “Ciung Wanara” yang berkuasa di kerajaan  Galuh. Ia beistrikan Dewi Kancana sari, keturunan dari Resi  Demunawan dari Saunggalah. Darinya, ia mempunyai anak yang bernama Rakeyan Medang, yang kemudian hari menggantikan kekuasaannya ketika ia meninggal.

Hariang Banga atau pada awal kelahirannya bernama Kamarasa, merupakan putra dari Prabu Temperan Barmawijaya dengan Dewi Pangreyep. Temperan menjadi raja Sunda dan Galuh  pada tahun 732 M, setelah ayahnya,  Sanjaya menjadi raja Kalingga Mataram di sekitar Jawa tengah sekarang.  Temperan  berkuasa selama 7 tahun,  dari tahun 732-739 M, yang meninggal karena pengambil alihan kekuasaan  (atau istilah sekarng kudeta) yang dilakukan oleh Ciung Wanara atau Sang Manarah pada tahun 732 M..

Ciung Wanara & Hariang Banga

Hariang Banga  dalam cerita-cerita selalu dikaitkan dengan Ciung Wanara. Ciung Wanara sendiri bernama Prabu Surotama, dengan gelar Prabu Jaya Perkosa Mandaleswara Salakabuwana, atau disebut juga Sang Manarah. Ia terkenal dengan nama Ciung Wanara karena ketika masa mudanya ia mempunyai binatang peliharaan, burrung “Ciung” dan “Wanara” (monyet). Ia merupakan anak dari Permaa Dikusumah, dan masih keturunan Prabu Purbasora (raja ke-4 kerajaan Galuh), dan istriny, Dewi Naganingrum, yang merupakan cucu dari Aki Balagantrang.

Kisah tentang perebutan kekuasaan bermula dari kisah sebelumnya yag cukup seru di kerajaan Galuh. Diawali dengan Prabu Purbasora, yang merupakan nenek moyang Ciung Wanara, mengambil alih kekuasaan dari Prabu Sena pada tahun 716 M, karena Purbasora lah yang merasa paling berhak, dan dengan alasan moralitas dan silsilah. Prabu Purbasora merupakan kakak seibu dari rabu Sena. Setelah 7 tahun berkuasa, Prabu Purbasora kemudian dikudeta oleh keponakannya, yang bernama Prabu Sonjaya, putra dari Prabu Sena.
Sonjaya merupakan anak dari Prabu Sena dan kemudian menjadi menantu raja Sunda. Ia menikah dengan cucu pendiri kerajaan Sunda yang bernama Prabu Tarusbawa. Karena itu Sonjaya kemudian mewarisi raja sunda dari kakek istrinya dan menjadi raja kerajaan Sunda yang ke-2 dalam silsilah kemaharajaan Sunda.

Karena merasa kuat Sonjaya kemudian mengambil alih kekuasaan Galuh dari “Ua”-nya, Prabu Purbasora pada tahun 723 M.  Prabu purbasora dan sejumlah kerabat kerjaan Galuh gugur, kecuali patihnya yang bernama Bimaraksa, yang dikemudian hari terkenal dengan nama Aki Balangantrang, yang lari dan membuat padepokan di Geger Sunten. Aki Balangntrang inilah kemudian akan menjadi batu sandungan ketika sonjaya dan anaknya Temperan ketika berkuasa di tanah sunda dan galuh. Aki balangntrang ini juga  yang membuat strategi pengambil alihan kekuasaan dari Prabu Temperan oleh Ciung Wanara.
Karena merasa tidak diterima diistana Galuh, Prabu Sonjaya kemudian mengangkat raja bawahan yang bernama Permana Dikusumah, yang masih merupakan turunan dariPrabu Purbasora (cucunya)..

Permana Dikusumah diangkat menjad raja di Galuh pada usia 43 tahun. Ia dikenal sebagai rajaresi karena ketekunannya mendalami agama dan bertapa sejak muda. Karena itu ia dijuluki Bagawat Sajalajaya. Istrinya, Naganingrum adalah cucu Aki Balangantrang (Bimaraksa).      Permana dan naganingrum mempunyai anak lakilaki, Surotama atau Manarah, yang lahir pada 718 M. Saat Sanjaya menyerang Galuh, Surotama baru berusia  5 tahun. Untuk mengikat kesetiaan Permana terhadap emerintahan pusat di Pakuan, sanjaya menjodohkan Permana dengan Dewi Pangrenyep, putri Patih Anggada.

Untuk menjaga kesetiaan Gauh, Sonjaya kemudiaan mengangkat anaknya, Prau temperan sebagai patih di Galuh. Dan Prabu Temperan ini kemudian lambat laun menyingkirkan Permana Dikusumah dari raja Galuh hingga Permana dengan mudah dapat disngkirkan, krarena kesenangan Permana sebagai seorang pertapa.

Setelah Permana disingkirkan maka berkuasalah Prabu Temperan ditanah galuh, dean ia kemudian mengawini kedua istri bekas  Permana Dikusumah yang terbunuh, yaitu Naganingrum dan juga Dewi Pangrenyep. Dari ewi Pangrenyep ini Prabu Temperan mempunyai anak yang bernama Kamarasa atau dikemudian hari bernama Hariang banga.

Prabu Temperan mewarisi kekuasaan di tanah Sunda (pakuan) dan Galuh pada tahun 732 M. Ia berkuasa selama 7 tahun, yang kemudian  terbunuh dalam pengambil alihan kekuasaan oleh anak trnya, Ciung Wanara pada tahun 739 M.

 Sesuai dengan rencana Ki Balangantrang, penyerbuan ke Galuh dilakukan disiang hari bertepatan dengan pesta sabung ayam (ngadu Hayam) Semua pembesar kerajaan Galu hadir hadir termasuk raja, Prabu Temperan dan juga Hariang Banga, sang putra mahkota. Ciung Wanara bersama anggota pasukannya hadir dalam gelanggang sebagai penyabung ayam. Sedang Balangantrang  memimpin pasukan geger sunten menyerang keraton. Pengambil aihan kekuasaan oleh Ciung Wanara berhasil dalam waktu yang singkat. Raja dan prameswari  (dewi pangrenyep) termasuk Banga dapat ditawan di gelanggang sabung ayam. Tetapi Banga kemudian dilepaskan dan  dibiarkan bebas. Pada malam hari, banga dapat membebaskan Temperan dan putri pangreyep dari tahanan. Tetapi kemudian Tamperan terbunuh

    Mendengar putranya, Tamperan meninggal, Sanjaya sangat marah, kemudian ia menyiapkan pasukan  besar dari Medang bhumi mataram untuk menyerbu ibukota Galuh. Dilain pihak,  Manarah telah menduga  bahwa sanjaya tidak akan tinggal diam. Oleh karena itu, ia telah siaga dengan pasukan  yang juga didukung oleh pasukan sisa Indraprahasta (kerajaan ini sat itu telah berubah menjadi Wanagiri), dan raja-raja daerah Kuningan yang pernah ditaklukan oleh sanjaya.

      Sanjaya menyerang Galuh dengan 4 kekuatan besar. Pasukan satu bernama Tomarasakti dipimpin oleh Sanjaya; pasukan 2 bernama Samberjiwa dipimpin oleh Rakai Panangkaran (putra sanjaya), pasukan 3 bernama Bairawamamuk dipimpin oleh Panglima Jagat Bairawa, pasukan 4 bernama Batarakroda, dipimpin oleh Langlang Sebrang.

    Perang saudara satu keturunan Wretikandayun (sang pendiri Galuh)  meletus, dan pasukan Ciung  Wanara mulai terdesak. Tetapi kemudian peperangan itu dapat dihentikan  atas prakarsa  rajaresi Demunawan, yang waktu itu berusia 93 tahun. Perundingan gencatan senjata  digelar di keraton Galuh pada tahun 739 M. Kesepakatanpun tercapai: Galuh harus diserahkan kepada Sang Manarah, dan Sunda kepada Rahiyang Banga (cucu Sanjaya), dan Sanjaya memimpin Medang Mataram. Dengan demikian Sunda Galuh yang selama tahun 723-739 M, merupakan satu kekuasaan terpecah kembali. 

  Untuk menjaga agar tak terjadi perseturuan, Manarah dan banga kemudian dinikahkan  dengan kedua cicit Demunawan. Manarah dengan gelar Prabu Jayaperkosa Mandaleswara Salakabhuwana, memperistri Kancanawangi, sedang Banga sebagai raja Sunda  bergelar Prabu Kertabhuwana Yasawiguna Hajimulya, mengawini adik Kancanawangi yang bernama Kancanasari.

Ciung Wanara atau Sang Manarah ditakdirkan mempunyai umur yang panjang. Ia bertahta di Galuh  hingga tahun 783 M. Lalu ia melakukan manurajasuniya, mengundurkan diri  dari tahta kerajaan untuk melakukan tapa  hingga akhir hayat. Manarah meninggal pada 798 saat ia berusia 80 tahun.. Sedang hariang Banga berkuasa selama 27 tahun (739-766 M), yang berkuasa hanya di sebelah barat sungai Citarum dari tahun 759 M. Sebuah naskah abad ke13 M (atau abad ke-14 M) memberitakan bahwa Hariang Banga  pernah membangun parit di Pakuan. Hal ini dilakukannya sebagai persiapan untuk mengukuhkan diri sebagai raja  yang merdeka dari Galuh. Lepasnya pakuan dari galuh terjadi setelah  20 tahun Banga menjadi pemguasa Pakuan.

b. Antara nama Hariang Banga dan Hariang

Kadang banyak orang berpresepsi bahwa nama Hariang berasal dari nama Hariang Banga, atau didirikan oleh Hariang Banga, raja sunda yang ke-4, yang berkuasa dari tahun 739 hingga 766 M. Tetapi karena rentang waktu yang begitu jauh dari tahun 766 M, dan berdirinya Hariang pada tahun 1665 M. Jadi secara rentang waktu tidak memungkinkan. Ada juga yang berpendapat bahwa nama hariang berasal dari nama Guriang, dimana asal usul hariang berdiri. Mbah Guriang adalah seorang penganut agama lama yang akan diislamkan oleh para pendiri kampung hariang, tetapi tidak berhasil dan menyingkir ke arah yang sekarag dikenal dengan Gunung Hariang. Mekipun bukan gunung dalam artian gunung pada umumnya. Nama gunung Hariang lebih mengarah pada tempat kediaman Mbah Guriang yang sekarang ini hanya berupa ciri suatu lokasi di tengah sawah dengan pohon beringin ditengahnya.

Jadi belum ada penelitian tentang berasal dari mana nama kampung hariang itu berasal, dan kemungkinan berasal dari nama raja sunda yang ke-4, Hariang Banga sebagai suatu penghormatan terhadap raja ini karena turunannya, termasuk raja Majapahit pertama, Raden Wijaya masih dalam silsilah keturunannya. Dan nama hariang juga kadang dikaitkan dengan nama Guriang, pemukim pertama yang menempati daerah hariang, sebelum pendiri hariang datang.


(by Adeng Lukmantara dari berbagai sumber)

Senin, 02 Juni 2014

HARIANG 349 TAHUN YANG LALU

Sebenarnya saya belum pernah membaca buku yang ditulis oleh nenek moyang urang Hariang yang menjadi pedoman sehingga dapat menentukan bahwa “Hariang” dimana sekarang nama sebuah desa, telah berumur 349 tahun. Saya mencoba menganalis tentang sejarah tanah sunda sekitar 349 tahun yang lalu. Saya mungkin kurang beruntung karena belum membaca buku yang ditulis ratusan tahun tersebut secara turun temurun. Tetapi mungkin juga suatu keuntungan besar, bahwa saya sebagai penulis akan mencoba mebahas sejarah sunda 349 tahun yang lalu.

Jika bulan Mei dijadikan sebagai medal hariang, maka berarti medal hariang terjadi pada bulan mei tahun 2014 dikurangi 349 tahun, berarti jatuh pada bulan Mei tahun 1665 M. Dimana kekuasaan Sumedang waktu itu di perintah oleh Pangeran Rangga Gempol 3 atau terkenal juga dengan nama Pangeran Panembahan, yang berkuasa di tanah sumedang dari tahun  1656 hingga tahun 1706 M.

A. Peralihan dari Kerajaan Sumedang Larang ke Pengaruh Mataram

Seperti diketahui bahwa setelah meninggalnya Prabu Geusan Ulun pada tahun 1603 M, yang merupakan raja terbesar Sumedang Larang, yang mewarisi tahta sunda bekas kekuasaan seluruh tanah Pajajaran yang tidak dikuasai oleh banten dan Cirebon. Kemudian digantikan oleh Raden Suriadiwangsa I yang dikenal juga dengan nama Rangga Gempol I. Ia berkuasa dari tahun  1608 hingga 1625 Masehi.

Pada tahun 1595 M, Panembahan Senopati dari Mataram, yang berkuasa dari tahun 1586 hingga 1601 M, mencoba memperluas wilayah kekuasaanya  ke wilayah barat sehingga berhasil menaklukan Cirebon beserta bawahannya, meskipun kesultanan Cirebon dibiarkan berkuasa. Sumedang Larang waktu itu dikuasai oleh Prabu geusan Ulun, masih merupakan saingan dari kerajaan Mataram. Untuk mempererat hubungan Mataram–Cirebon, Senopati  menikahkan salah seorang keluarganya  yang bernama Ratu Harisbaya dengan penguasa Cirebon waktu itu, Panembahan Ratu (mp. 1570-1649 M). Tetapi kemudian Ratu Harisbaya melarikan diri  dan ikut dengan Prabu Geusan Ulun dari Sumedang Larang, yang menjadikan koplik antara Cirebon-Sumedang.

Dalam konflik yang ditengahi oleh Mataram, disepakati bahwa Harisbaya tetap menjadi istri Prabu Geusan Ulun, dengan syarat memberikan wilayah Majalengka dari kadipaten ke timur diserahkan ke Cirebon. Maka saat itulah wilayah Majalengka menjadi wilayah Cirebon.

Dan setelah Prabu Geusan Ulun meninggal pada tahun 1603 M, ia kemudian digantikan oleh anak tirinya dari Harisbaya, yang bernama Rangga Gempol 1. Karena disisi utara ke timur terdesak oleh Cirebon, sedang disebelah barat dan utara mendapat pengaruh kuat dari Banten, dan karena kedekatan kekerabatan dengan Harisbaya, maka Rangga Gempol 1 kemudian mengaku kedaulatan Mataram, sehingga bentuk kerajaan berubah menjadi bawahan Mataram. Suatu kesalahan besar dari rangga Gempol 1, karena dengan mengabdi ke Mataram, ia harus menuruti perintah Raja Mataram untuk memimpin dan mengirim pasukan Sumedang untuk menaklukan Madura. Karena sang penguasa dan pasukannya ke Madura, maka kekuasaan jatuh ke adiknya yang bernama Rangga Gede. Karena dianggap akan memberontak ke Mataram dengan bekerja sama dengan Banten, maka Rangga gede kemudian ditahan di Mataram. Kekuasaan Sumedang jatuh ke adik ipar dari Rangga Gede yang bernama Adipati Ukur.

B. Setelah Pemberontakan Adipati Ukur

     Dipati Ukur  atau lengkapnya Dipati Ukur Wangsanata, merupakan penguasa wilayah ukur (daerah bandung sekarang), dibawah kekuasaan Sumedang Larang. Ia menikah dengan putri dari Prabu Geusan Ulun, yang terkenal dengan nama Nyi Mas Dipati Ukur.

      Setelah Pangeran Ranggagede dipenjara oleh kerajaan Mataram, karena dianggap  ain mata  dengan banten untuk memberontak terhadap mataram maka jabatan bupati wedana priangan diberikan kepadanya.

     Ketika dipati ukur  menjadi bupati wedana, pada tahun 1628 /1629 M, ia mendapat perintah dari Sultan Agung untuk menyerang Batavia (Jakarta sekarang), yang waktu itu dikuasai Belanda, bersama-sama pasukan Mataram yang dipimpin oleh Tumenggung Bahurekso.
       
Karena kekalahannya dalam membantu mataram melawan Belanda di Batavia (jakarta). Dari 4000 pasukan yang dibawa menyisakan sekitar 400 pasukan yang tersisa, maka sang dipati Ukur pun berkata: “Cadu ngawula ka jawa”, dan setelah itu Adipati Ukur pun kemudian memberontak terhadap Mataram. 

       Adipati Ukur membawa 9 umbul (pimpinan daerah) dalam penyerangan ke Batavia tersebut. Dari ke-9 umbul tersebut, 3 umbul kemudian menghianatinya dan menjadi antek-antek mataram, yaitu Umbul Sukakerta Ki Wirawangsa, Umbul Cihurbeuti Ki Astamanggala, dan umbul Sindangkasih, Ki Somahita. yang menyebabkan adipati Ukur di eksekusi di Mataram.

     Setelah gerakan pembebasan (pemberontakan versi mataram) dipati Ukur dianggap berakhir, Sultan Agung (dari mataram) menyerahkan kembali jabatan bupati wedana  priangan kepada  Pangeran Dipati Rangga Gede yang telah bebas dari hukumannya. Tetapi Rangga Gede Hanya berkuasa sebentar hingga meninggal pada tahun 1633 M, yang kemudian diganti oleh Pangeran rangga Gempol II , yang berkuasa dari tahun 1633 hingga tahun 1656 M. Setelah rangga Gempol meninggal kemudian digantikan oleh Rangga Gempol 3 atau  Pangeran Panembahan yang berkuasa dari tahun 1656 hingga 1706 M)

   Selain itu  karena ketakutan mataram terhadap pemberontakan,, maka dilakukan reorganisasi  pemerintahan Sumedang Larang yang kala itu telah diganti menjadi   priangan. Daerah priangan di luar Sumedang dan Galuh dibagi menjadi 3 kabupaten, yaitu kabupaten Bandung, Kabupaten Parakan Muncang dan kabupaten Sukapura, dengan cara mengangkat 3 kepala daerah  dari priangan  yang dianggap telah berjasa  menumpas gerakan pembebasan (pemberontakan versi Mataram) dipati ukur. Ketiga orang tersebut, adalah:
  •  Ki Astamanggala, Umbul Cihaurbeuti diangkat menjadi  mantri Agung (bupati) Bandung dengan gelar Tumenggung Wirangun angun.
  •   Tanubaya sebagai bupati Parakan Muncang
  • Ngabehi Wirawangsa menjadi  bupati Sukapura dengan gelar Tumenggung Wiradadaha.
   
C. Kekuasaan Tanah Sunda di sekiar tahun 1665 M.

     Setelah membaca sejarah tersebut diatas sangat jelaslah bahwa Hariang yang berdiri tahun 1665 M, kekuasaan Sumedang berada di tangan Bupati Wedana Rangga Gempol 3 atau  Pangeran Panembahan yang berkuasa dari tahun 1656 hingga 1706 M), yang meruapakan putra dari Rangga gempol II, yang meninggal pada tahun 1656 M. Rangga Gempol III / Paangeran paembahan dikenal sebagai bupati wedana yang cerdas, lincah dan gagah berani.
Pada masa pemerintahan Pangeran Panembahan ini, merupakan masa transisi, dengan berakhirnya pengaruh Mataram dan mulai masuknya pengaruh VOC di Sumedang, Pangeran Panembahan memanfaatkan kecerdikannya untuk menjadikan sumedang menguaai kembali wilayah wilayah seperti yang dikuasai oleh Prabu Geusan Ulun.  Ia kemudian mendapat hak penuh terhadap wilayah antara sungai cipunagara dengan sungai ci tarum, sehingga bandung, parakan muncang, sukapura, karawang dan juga Idramayu dapat dipersatukan kembali dibawah pimpinan Rangga Gempol III.

Di Bandung yang menjadi bupati waktu itu adalah Ki Astamanggala, yang bergelar Tumenggung Wirangun angun. Yang berkuasa dari tahun 1632 s/d 1681 m.. Sedang di Sukapura di kuasai oleh Raden Ngabehi Wirawangsa, bergelar Raden Tumenggung Wiradadaha 1, dipanggil Dalem Pasir Beganjing, berkedudukan  di  Leuwi Loa Sukaraja (1641-1674).

Jadi sangat jelas bahwa Hariang berdiri tahun 1665 m ketika Sumedang dipimpin oleh Pangeran Panembahan atau pangeran Rangga Gempol 3. Dan tidak jauh beda dengan berdirinya kabupaten Bandung yang didirikan tahun 1632, atau sukapura (tasikmalaya), di tahun-tahun itu juga.

(By Adeng Lukmantara dari berbagai sumber)

Minggu, 01 Juni 2014

MOMEN HARI LAHIRNYA SUATU DAERAH YANG NAMANYA “ HARIANG”

Pada awalnya setiap orang mungkin tidak pernah tahu kapan daerah tempat tinggalnya itu dibangun oleh para leluhurnya. Bahkan mungkin setiap oraang tidak memperdulikan sejak kapan nama suatu daerah yang bernama “hariang” itu terbentuk, hingga salah seorang tokoh intelektual asal Hariang yang tinggal di Jakarta, yang bernama Drs. Emut Muchtar MM, atau di daerah asalnya lebih dikenal dengan nama ”Omang” mulai mencari asal usul tentang hari lahirnya tempat tinggalnya tersebut.

Ternyata para leluhur orang hariang telah menulis silsilah keturunan “Urang Hariang” dari generasi ke generasi yang hingga kini bukunya masih ada. Buku ini sendiri masih tersimpan di “Pa Ulis” , demikian suatu sebutan terhadap juru tulis desa, yang hingga kini setelahpensiunpun masih disebut pa ulis.

Momen hari kelahiran “Hariang” sengaja dibidik oleh pencetus Bp. Emut Muchtar untuk membangkitkan kembali kebanggaannya terhadap suatu daerah meskipun mereka merantau ke kota besar dan menjadi orang sukses di kota-kota besar tersebut.  Bp. emut muchtar seolah  ingin mengungkapkan yang menurutnya sebagai permulaan untuk berperan aktif  dalam membangun daerahnya dimana mereka dibesarkan.

Dari kacamata peradaban, memang sangat rugi ketika kita menyaia-nyiakan daerah dimana kita dibesarkan. Karena begitu manis kenangan yang ditinggalkan dengan tetangga atau teman sekampung tempo dulu, padahal seperempat kehidupan kita alami dimana kita dibesarkan. Jadi sangat rugi ketika kita melupakan kenangan yang begitu indah dan sangat berharga. Karena harus diakui juga ketika kita memulai kehidupan disuatu daerah baru, sebenarnya kita baru mencatat 1 halaman sejarah baru, padahal buku-buku kita bisa dipenuhi oleh sejarah masa lalu nenek moyangnya, dan hal ini hanya ada di ddaerah asalnya.

Gbr. Baleho Daftar Pembicara dalam Peringatan hari Ulang Tahun Hariang ke-349

Dan menurut salah seorang peminat sejarah asal daerah hariang, Jika kita membangun sejarah di suatu daerah baru, supaya ada kesinambungan sejarah, maka kita harus  menghubungkan dengan sejarah nenek moyangnya, agar sejarah ini dapat membangitkan generasi-generasi sesudahnya bersemangat membangun searah-sejarah kesuksesan baru dari generasi ke generasi.

Kadang kita harus mundur satu langkah untuk membuat loncatan-loncatan besar ke depan. Karena itu bp. Emut Muhtar seolah ingin memulai hal demikian. Ingin membangun sejarah ke depan untuk generasi-generasi berikutnya.

Dan yang ingin dibidik oleh pencetusnya”hari lahir Hariang” ini adalah kekhawatiran kaum yang peduli terhadap daerahnya, yang selalu ditinggalkan oleh kaum intelektualnya yang urban ke kota-kota besar. Padahal sebenarnya kaum terpelajar ini sangat dibutuhkan di daerahnya. Seolah tidak ada regenerasi menuju lebih baik, setelah terdididk di daerahnya, mereka harus bekerja atau mengabdi di daerah lain atau diibukota, sehingga yang di daerah hanya orang tua yang membesarkan mereka dan orang-orag yang secara ekonomi tidak banyak berubah.

Nah hal inilah yang sengaja akan dibidik oleh Bp. Emut Muhtar, yaitu membangun kepedualian terhadap daerah asallnya meskipun mereka sudah sukses di daerah lain.  Dan yang terpenting juga mungkin agar kesuksesan di tempat lainpun masih tercatat dalam silsilah keturunan asal daerah hariang.

Ide besar, memang awalnya penuh rintangan, ada yang mencibir, seolah hal ini tidak mungkin terjadi. Tetapi hal ini justru membuat pemicu untuk membuktikan begtu adiluhung cita-citanya. Bermodalkan ketokohan, intelektual, kejujuran dan kepercayaan,seolah rintangan bukan suatu halangan yang berarti, dan justru mendapat dukungan dari kaum muda yang tinggal di pernatauan yang cukup berhasil dari segi ekonomi, dan dengan mudah pula terkumpul dana yang cukup melimpah, karean semua orang begitu menaruh penghormatan yang lebih dari penggasnya.

Karena ketokohan keluarganya di kampung juga sangat berpengaruh, maka dengan mudah juga mendapat dukungan dari daerah asalnya. Jadi bersinergilah antara orang-orang perantauan yang sangat bergairah menyambut “sesuatu hal yang membanggakan di daerahnnya” dengan masyarakat “urang Hariang” yang seolah terusik lagi kebanggannya terhadap daerahnya, dan harapan besar bagi kemajuan daerahnya ke depan.
Kerinduan terhadap kebanggaan, kejayaan dan harapan ke depan  dari kaum muda asal daerah tersebut  merantau ke kota-kota besar  dan yang diam di daerahnya ini bersinergi di hari lahir daerah hariang yang ke- 349 tahun, yang baru dirayakan pertama kali, yang dimulai dari hari kamis tanggal 29 Mei hingga hari minggu tanggal 1 Juni 2014.

Bp. Emut Muchtar Sang pencetus

Selamat ulang tahun daerahku “ Hariang” kabupaten Sumedang yang ke-349 tahun, semoga menjadi momen awal kebangkitan kebesaran, kebanggaan dan kesejahteraan masyarakatnya ke depan.

By. Adeng Lukmantara

Sabtu, 30 Maret 2013

UPAYA MERELISASIKAN MIMPI BESAR ANDA, DALAM BERUSAHA

Jika kita punya khayalan, punya mimpi atau punya cita-cita yang besar tentu jangan berhenti di kata-kata atau khayalan saja, tetapi harus memulai menaiki tangga satu demi satu. Untuk menuju tangga kesuksesan yang paling besar kita harus melalui urutan tangga satu demi satu. Tentu hal ini akan berbeda untuk setiap orang. Jangan berpikir bahwa akan ada keberuntungan untuk mencapai tangga sukses yang paling tinggi, tanpa upaya untuk memulai tangga awal. atau anda kapan memulainya menaiki tangga tersebut. Keberuntungan hanya terjadi dari sekian perjuta orang, tetapi ketika kita memulainya maka peluang=peluang untuk mencapai tingkat teritnggi kesuksesan akan mudah diraih. Tentu kelelahan atau takutketinggian ketika kita menaiki tangga tersebut akan menjadi rintangan/ hambatan. Tetapi jika kita punya keinginan, kita kuatdalam pendirian maka niscaya anak-anak tangga tersebut akan cepat dilaluinya.

Menyamakan kehidupan atau suatu usaha dengan naik tangga kadang juga tidak terlalu tepat, tetapi hal ini bisa diambil pelajaran untuk kita. Bahwa ketika mau meraih puncak tertinggi kesuksesan setidaknya harus melalui tahapan demi tahapan yang harus di lalui. Minimal sejak kapan mereka memulainya.

Menurut orang bijak Orang sukses tidak pernah berbicara tentang keuntungan, tetapi selalu berbicara bagaimana bisa meraih mimpi. Karena bagi mereka keuntungan akan mengikuti dibelakangnya jika faktor-faktor menuju kesuksesan ada didepan mata.

Jadi yaang utama dari kita ketika mau meraih sukses dalam bidang apapun, adalah membuka pengetahuan kita tentaang usaha apa yang akan kita geluti. Dengan membaca tema-tema yang akan kita tekuni," Membaca adalah gerai untuk mengenal dunia." demikian kata salah satu artis amerika. Karena dengan membaca kita dapat belajar dari orang-orang sukses, baik menyangkut kendala, hambatan maupun peluang untuk meraihnya,.

Setelah membaca yang kedua adalah kapan memulainya. Jangan menunggu modal yang banyak bagi yang tidak punya modal. Jangan menunggu lulus perguruan tinggi bagi yang memiliki modal. Atau menunggu kesempatan yang tepat, Jika kita sudah punya ide, kita sudah punyareferensi yang cukup, maka mulailah dai saat itu juga. Karena proses agar kita dikenal bisnis dalam usaha tersebut perlu waktu yang lama. Tidak mungkin orang akan memebeli begitu saja produk yang kita jual, tanpa mengenal dulu produk, kualitas dan juga harga yang kita jual. Jadi proses penngenalan, proses kepercayaan akan begitu lama diraih. Mungkin keuntungan akan cepat didapat. tapi kita juga harus hati-hati, bahwa keuntungan yang besar diawal akan membuat diri kita menjadi pengusaha yang kurang tahan banting atau pengusaha yang instan dan cenderung ikut-ikutan.
"Pandai membaca peluang" merupakan kecerdasan yaang harus dimiliki oleh oleh pelaku bisnis. Dan kemaampuan ini bisa didapat dengan belajar dari pengalaman orang lain atau pengalaman diri sendiri, atau dapat melihat kemungkinan-kemungkinan ke depan. Maksudnya disini bukan dalam istilaah tahayul, tapi bisa memprediksi kemungkinan-kemungkinan ke depan. Misalnya, Haidar bagir, pendiri dari penerbitan mizan. Mereka memprediksi kemungkinan munculnya kelas menengah muslim yang haus bacaan buku-buku islam. Atau memperkenalkan hal-hal yang baru dalam bisnis yang orang lain belum garap sama sekali. Seperti ketika bob sadino memperkenalkan telur ayam negri (broiler) yang waktu itu pasar telor ayam masih didominasi oleh telur-telur ayam kampung. Atau membuat produk-produk kampungan dengan mendapat sentuhan yang lebih modern dan varian yang bertingkat-tingkat, sehingga produk kampungan telah berubah menjadi produk yang dianggap gaul, seperti yang dilakukan oleh Rea Nuhilman (AXL) dengan produk maicihnya.
Hal ini berbeda ketika usaha sudah berjalan, dengan dana yang melimpah untuk mengembangkan usaha tidak perlu kita terjun langsung, tetapi bayarlah orang-orang yang cerdas dibidangnya. niscaya usaha yang kita raih akan berjalan dengan sendirinya.
"Membaca" merupakan sarana paling efektif untuk mengasah peluang'peluang bisnis. Karena telah begitu banyak buku paduan tentang berbisnis, telah begitu banyak kisah-kisah orang sukses yang telah ditulis. "pengalaman" adalah sesuatu yang harus dialami dalam berbisnis, karena itu ketika kita akan menekuni bidang bisnis ini maka kita cepat dimulai. Jika modal itu ada, jika kesempatan itu ada, jika peluang itu ada mengapa kita tidak memulainya. Karena jika sudah dimulai peluang-peluang baru akan mengikuti dibelakangnya.

Jumat, 29 Maret 2013

BANGKITKAN KEMBALI MIMPI MIMPI BESAR

"Everything start from a dream" (segala sesuatu berawal dari mimpi).

Karena bangsa ini cukup lama terjajah, seolah kita telah mengubur jauh-jauh tentang apa yang dinamakan "mimpi", "khayal" dan ungkapan ungkapan lainnya, yang telah mengalami pe-negatifan makna. Orang indonesia sering menghaluskan kata mimpi dengan cita-cita, Cita-cita, mimpi, atau khayal atau apapun namanya sebenarnya mempunyai arti yang sama, Yang harus diupayakan itu adalah merealisasikan mimpi itu sendiri.
Karena kesusahan, atau penderitaan yang terlalu lama di alami, untuk mengkhayalpun kadang sangat susah sekali. Jika orang ditanya tentang khayalan tentu orang hanya akan membatasi khayalan itu sendiri, karena realitas susah atau derita yang sangat panjang, sehingga mengkhayal atau mimpipun dibatasi apa adanya. Sehingga ada suatu anggapan bahwa masyarakat indonesia ini mengkhayalpun susah apalagi realitasnya.
Ungkapan "everything start from a dream" (segala sesuatu berawal dari mimpi) adalah suatu ungkapan motivasi, bahwa mimpi mimpi menjadi orang besar, mimpi menjadi orang kaya, mimpi memiliki segala sesuatu yang kita inginkan adalah hal yang harus dimiliki setiap orang. Karena hidup tanpa ada mimpi, tanpa ada khayalan berarti hidup ini tidak punya harapan. Jika hidup tidak mempunyai harapan berarti tiada upaya untuk merubah apa yang kita jalani dalam hidup ini. Hidup dibiarkan mengalir tanpa upaya-upaya belajar, tanpa upaya-upaya untuk memperbaiki hidup itu sendiri.
Tidak ada larangan dalam bermimpi atau mengkhayal atau orang indonesia sering menghaluskannya dengan kata cita-cita. Jika kita telah membatasi mimpi-mimpi kita, jika kita telah membatasi khayalan kita, maka berarti bahwa kita menjalani hidup tanpa ada harapan.
Kita harus berkata kepada diri kita bahwa hidup sekarang ini yang kita jalani bukan merupakan akhir dari takdir kita, bukan merupakan akhir dari nasib kita. Masih banyak peluang, masih banyak harapan, masih banyak kesempatan, dan masih banyak kemungkinan. Yang harus kita persiapkan dari diri kita sekarang adalah sikap mental bahwa kita akan kaya, bahwa kitaakan sukses. Sehingga ketika suksespun, ketika sudah menjadi kayapun, kita secara mental sudah kuat. Sehingga segala kekayaan, segala kesuksesan akan bermakna adanya, kalau dalam istilah agamanya, menjadi barokah. Yang berarti juga bahwa harta yang kita dapat itu bisa dinikmati oleh diri kita, keluarga dan orang lain.

SIKABAYAN PEMIMPI MELAMPAUI ZAMANNYA

Masyarakat indonesia mungkin mengenal nama Si kabayan, suatu cerita dari tanah pasundan (tanah sunda). Dalam kisah-kisah tesebut diceitakan tentang keinginan-keingjnan atau mimpi-mimpi si kabayan yang tidak mungkin di lakukan di zamannya, Sehingga tekesan bahwa si kabayan ini adalah orang males, penghayal berat, dan stigma-stigma lainnya yang seolah-olah berkesan jelek,
Padahal dalam kisah -kisahnya meskipun banyak yang konyol menandai bahwa si kabayan adalah manusia yang cerdas yang selalu bisa mengatasi berbagai persoalan, Yang mungkin tidak dapat diterima dalam cerita-cerita tersebut adalah sikap penghayalnya, yang mungkin dizamannya adalah sesuatu yang mustahil. Jadi kemungkinan si kabayan adalah seorang pemikir yang sangat maju dizamannya. Karena berbagai solusi yang dihasilkan dalam ceita-cerita si kabayan yang sangat menakjubkan. Karena hampir seluruh pemasalahan selalu mendapat solusi yang cerdas.
Jika tidak ceedas tidak mungkin si kabayan mendapat istri seorang bintang desa yang diperebutkan, si iteung si hideung santeun, Dan cerita kegigihan dalam memeperjuangkan untuk memikat dan mengawini si iteung adalah suatu perjuangan yang sangat gigih, Jadi hal demikian menandakan bahwa si kabayan juga termasuk orang yang sangat gigih dalam memperjuangkan cita-citanya atau impiannya. Karena tidak akan mungkin si iteung si kembang desa itu akan memilih si kabayan kalau si kabayan sendiri tidak menunjukan kualitas intelektualnya,
Jadi mengapa cerita si kabayan ini begitu sangat tekenal di tanah sunda. Karena dimungkinkan disamping ia merupakan manusia cerdas karena berbagai solusi pemecahan berbagai masalah yang dihadapinya dengan mudah diselesaikannya. Yang mungkin tidak bisa diterima dalam cerita ini adalah mimpinya atau hayalannya atau mungkin cita-citanya terlalui melampaui jamannya.
Jadi sebenarnya di tanah sunda telah begitu melegenda seorang pemimpi besar, penghayal besar yang cerdas, Jadi harusnya masyarakat sunda mulai membangkitkan lagi hayalan-hayalan yang besar, mimpi-mimpi yang besar, 
Jika di era si kabayan segala mimpi dianggap tidak mungkin, Di zaman sekarang ini tidak ada yang tidak mungkin, semua adalah mungkin. Sekarang ini "banyak sekali kisah sukses yang berawal dari mimpi, dan ada ungkapan "everything start from a dream" (segala sesuatu berawal dari mimpi).


Kamis, 28 Maret 2013

BELAJAR BISNIS DARI ORANG ORANG SUKSES, SUATU PENGANTAR

PENGANTAR

     Mungkin semua orang mendambakan menjadi pengusaha (bisnismen/ wiraswasta) sukses, tapi ragu-ragu atau takut untuk memulainya. Keengganan mengambil resiko bangkrut merupakan awal dari mengapa banyak orang tidak begitu percaya diri dalam berbisnis. Karena itu menjadi pegawai merupakan cara teraman dalam menjalani kehidupan.
     Jika Aa Gym dalam ceramahnya sering mengatakan :"dimulai dari sekarang" dalam mengambil suatu perubahan hidup. Karena segala teori-teori baik tentang kebaikan atau faktor-faktor lainnya yang menunjang perbaikan hidup telah begitu banyak didapat, tetapi seringkali orang enggan untuk memulainya. Sehingga segala teori tentang kebaikan dan perbaikan hidup tidak mempunyai efek perubahan menuju perbaikan, karena tidak pernah berani memulainya.
      Karena itu dalam tulisan ini, penulis mencoba mencari solusi bagaimana kita memulai bisnis atau menjadi wiraswastawan atau entreprneur sejati, dengan belajar kepada tokoh-tokoh yang memang sangat berhasil di bidangnya.
     Tidak sekolah bukan berarti kita tidak bisa untuk menjadi orang sukses. Apalagi kalau kita bersekolah, sangat banyak peluang untuk menjadi orang yang sukses. Jadi sekecil apapun peluang susungguhnya merupakan peluang yang sangat besar jika kita tahu potensi tentang peluang tersebut.
       Dalam tulisan ini setidaknya akan di tulis kunci sukses seorang pengusaha, riwayat dan kapan dia memualai usaha. Setidaknya ada beberapa tokoh yang akan dibahas dalam tulisan ini yang mewakili berbagai lapisan pendidikan, dari yang tidak sekolah, sekolah rendah, mahasiswa hingga yang berpendidikan tinggi. Dengan dibahas dari berbagai tingkatan ini, memungkinkan kita mempunyai keberanian dalam memulai untuk berbisnis dengan harapan kesuksesan yang menjanjikan.